Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas sedikit mengenai Kota Agats beserta kelebihannya dari kota-kota lain. Kota Agats terletak di Kabupaten Asmat Provinsi Papua dan merupakan ibukota kabupaten. Menurut draft RTRW Kabupaten Asmat, Distrik Agats berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang arah pengembangannya meliputi :
1. Penataan Kota yang terpadu dengan kota-kota di sekitarnya;
2. Mengembangkan kerja sama antar kota;
3. Menyusun RIS Prasarana untuk keterpaduan program dalam kawasan dengan pusat-pusat permukiman
4. Didukung oleh sistem transportasi yang lancar;
5. Mengembangkan kerja sama antar kota untuk jaringan prasarana seperti air bersih, jaringan jalan, drainase;
6. Pembangunan sarana prasarana telekomunikasi yang mendukung kegiatan kota;
7. Pembangunan fasilitas pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan atas;
8. Pembangunan fasilitas kesehatan, mulai dari tingkat RT sampai pusat pelayanan kota lokal;
9. Pembangunan Rumah Sakit dengan skala pelayanan lokal.
![]() |
| Kota Agats dilihat dari udara |
![]() |
| Kondisi Jalan di Kota Agats (Jalan Jembatan) |
![]() |
| Alun-alun serbaguna |
Kota Agats berada ketinggian 0-100 mdpl dengan luas wilayah 2.963 km2. Di tinjau dari segi tata bangunan dan lingkungan, kota ini termasuk kota yang unik. Dengan kondisi fisik wilayah berada didataran rendah yang hampir tiap tahunnya tergenang oleh air pasang. Maka konsep desain fisik yang digunakan adalah konsep panggung. Konsep panggung ini diaplikasikan tidak hanya pada bangunan, tapi juga sarana pendukung seperti jalan (jalan jembatan), kantor-kantor pemerintahan, bangunan-bangunan publik, alun2 dan lain sebagainya.
Penggunaan material yang ramah lingkungan seperti kayu dan material alam lainnya, membuat kota Agats seperti kota natural. Tentu saja penggunaan material kayu digunakan karena tuntutan seperti akses material dari ibu kota provinsi yang sulit, serta kayu masih tersedia banyak di Kabupaten Asmat mengingat total luas hutan produksi di Kabupaten Asmat 1.380.910 Ha.
Pola Kota apabila dilihat dari udara menggunakan pola grid, dengan pusat kota yaitu Kantor Bupati Kabupaten Asmat. Moda yang digunakan penduduk kota Agats di dalam melaksanakan aktivitasnya adalah motor listrik dan sepeda. selain itu sebagian besar penduduknya berjalan kaki dari rumah ke tempat aktivitasnya. Hal ini sangat jarang kita jumpai di kota-kota lainnya. Karena itu Kota Agats dapat dijadikan sampel kota ramah lingkungan.
| Motor listrik |
Motor listrik yang banyak digunakan sebagai moda perpindahan penduduk intra distrik di Agats adalah motor dengan sumber energi dari listrik, tidak bising, dan tidak mengeluarkan asap. Moda lain yang digunakan adalah sepeda. Karena itu Kota Agats adalah kota bebas polusi udara dan suara.
Selain itu keramahan penduduk asli membuat Kota ini dijadikan sebagai salah satu tujuan bagi para transmigran yang ingin berusaha diluar daerahnya.
Kondisi inilah yang membuat saya merasa tenang serta nyaman ketika mendapat kesempatan berkunjung ke Kota Agats. Terlepas dari sulit dan terbatasnya moda transportasi dari kota Timika ke Asmat. inilah salah satu cerminan gambaran kota Indonesia yang sesungguhnya, yang memiliki filosofi jujur, adil, ngayomi, kerja keras dan tepa selira.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar