Sudah hampir 3 tahun berlalu setelah pekerjaan penyusunan master plan perencanaan Kota Baru Tomor rampung, BAPPEDA Kab. Asmat kini menindak lanjuti dengan menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Zoning Regulation Kota Baru Tomor. Salah satu yang melatar belakangi lahirnya pekerjaan ini adalah perlunya mempertahankan identitas kearifan lokal di Kota Baru ini.
Kota Baru Tomor terletak di Kampung Tomor, Distrik Suru-Suru Kabupaten Asmat Propinsi Papua. Seperti kita ketahui bersama Kabupaten Asmat adalah kabupaten yang sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah. Tinggi wilayah kabupaten Asmat 0-100 m dari permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kabupaten Asmat berupa rawa. Hal ini menjadi dasar pertimbangan masyarakat di Kabupaten Asmat dalam Pembangunan Sarana dan Prasarana. Sehingga bisa kita jumpai apabila kita berkunjung ke daerah ini sistem konstruksi panggung untuk semua bangunan dan serta sistem konstruksi jalan jembatan.
![]() | ||
| jalan dengan sistem konstuksi jalan jembatan |
masyarakat Asmat yang dulunya dikenal dengan suku Asmat terkenal dengan keahliannya dalam mematung. Keahlian mematung sudah dipraktekkan dari nenek moyang mereka. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pemikiran, ide dan peradaban Suku Asmat sudah maju pesat dari jaman dulu. Hal ini bisa kita lihat dari hasil kerajinan tangan, baik itu berupa Panil (2D) maupun Patung (3D).
| Patung hasil kerajinan tangan Masyarakat Asmat |
Kota Baru Tomor adalah salah satu Visi pemerintah Kabupaten Asmat dalam memberikan pelayanan bagi Kabupaten-Kabupaten Hinterland. Mengingat posisi Kota Baru Tomor yang merupakan pintu gerbang dari Kabupaten Yahukimo dan Nduga. Selain itu wilayah perencanaan Kota Baru Tomor sebagian besar adalah daratan dengan daya dukung lahan yg ideal untuk mendukung konstruksi diatasnya.
Beberapa hal yang telah disebutkan diatas, menjadi pertimbangan mengapa Pemerintah Kabupaten Asmat memilih kampung Tomor sebagai wilayah perencanaan kota baru. Keistimewaan fisik alami yang lain adalah wilayah kampung Tomor yang di apit oleh 2 sungai (sungai Aswet dan unier) sehingga lahannya tergolong subur. Mengingat banyaknya kandungan unsur hara yang larut dalam air sungai tersebut.
Ekspektasi Pemerintah Kabupaten Asmat adalah Tomor menjadi salah satu kota yang Modern namun tetap bercirikan Kearifan Lokal Suku Asmat.
